Bulan,
Aku harap suatu hari nanti kamu mendengar "Emily" dari Daniel Caesar.
Bukan karena lagunya akan membuatmu kembali. Aku tahu kamu sudah memutuskan itu sejak lama. Tapi mungkin, ketika lagu itu diputar, kamu akan mengerti bahwa di cerita kita, kamu adalah Daniel, dan aku adalah Emily.
Di hari ulang tahunku, namamu muncul di layar ponselku.
Bukan untuk mengucapkan selamat ulang tahun.
Kamu hanya ingin mengatakan terima kasih.
Kamu bilang, selama mengenalku, ada satu hal yang berubah dari dirimu: kamu menjadi lebih percaya diri. Kamu juga mengakui kalau selama bersamaku, kamu masih terlalu kanak-kanak dalam memahami cinta. Masih banyak hal yang belum kamu mengerti saat itu.
Lalu di akhir pesanmu, kamu menulis bahwa semuanya sudah selesai. Bahwa kamu tidak ingin kembali lagi, karena menurutmu kisah itu memang telah berakhir.
Aku membaca setiap katanya.
Berkali-kali.
Tapi aku tidak pernah membalas.
Bukan karena aku tidak peduli.
Aku hanya tidak tahu harus berkata apa kepada seseorang yang sedang berpamitan dengan begitu tenang.
Aku sering membayangkan, setelah mengirim pesan itu, mungkin kamu beberapa kali membuka ponselmu. Bukan karena yakin aku akan membalas, tetapi karena masih ada sedikit harapan. Mungkin kamu mengeceknya sekali, lalu beberapa jam kemudian, lalu sebelum tidur.
Namun layar itu tetap sunyi.
Tidak ada balasan dariku.
Dan mungkin sejak saat itu, kamu benar-benar memilih untuk melanjutkan hidupmu.
Seperti "Emily", ada cinta yang tidak lagi meminta untuk dimiliki. Hanya menyisakan rasa syukur karena pernah dipertemukan.
Sementara aku...
Aku selalu merasa hidupku terdengar seperti "Autumn" milik NIKI.
Aku pernah membayangkan kita akan sampai di masa depan yang sama.
Kamu menjadi seorang arsitek.
Aku menjadi seorang dokter.
Dulu kita hanya saling menceritakan mimpi-mimpi itu. Sekarang semuanya benar-benar terjadi.
Semesta mengabulkan cita-cita kita.
Tapi tidak mengabulkan kita.
Kadang aku berpikir, mungkin memang ada orang yang hadir hanya untuk menemani kita bertumbuh, bukan untuk menemani kita menua.
Dan kalau memang begitu, aku bersyukur pernah mengenalmu.
Karena tanpa kita sadari, kita saling mengantar menuju versi diri yang dulu hanya bisa kita impikan.
Jika suatu hari nanti "Emily" diputar di tempatmu, semoga kamu mengingatku tanpa ingin kembali.
Karena setiap kali "Autumn" mengalun di tempatku, aku tidak lagi bertanya kenapa kita gagal.
Aku hanya menerima bahwa kita berhasil mewujudkan semua mimpi yang pernah kita ceritakan.
Kecuali satu.
Tentang kita.
Mungkin memang begitu akhirnya.
Kamu adalah "Emily".
Dan aku akan selalu menjadi "Autumn".
From Matahari.